Pages

15 Mei 2011

Andai ini malam terakhirku :(

Sering telinga ini mendengar suara ambulance tak bosan mata ini melihat aksara terukir dibatu nisan. Sudah teramat sering mata ini layu menahan sedihnya perpisahan dari orang2 yang aku sayang.Esok pasti raga ini tertelungkup tersudaut dalam celah liang lahat titel abadi akan tersemat didepan nama ini ALMARHUM!

Andai ini malam terakhirku,
ingin rasanya mencium telapak kaki mama akan ku telusuri setiap garisnya, simbol peta letak syurga itu yang tidak aku temukan sekalipun di google maping, membelai pipinya yang sudah mulai rapuh, rona wajah yang seakan menyembunyikan kegetiran,lelah membesarkan anaknya yang samapai detik ini tak pernah membuat dia tersenyum dibibirnya yang selalu basah dengan doa2 untukku:) maafkan aku mama.

Andai ini malam terakhirku,
Papa, darimu aku belajar mengepalkan tangan melawan matahari darimu aku belajar memaknai hidup. yang sangat kuat melawan segalanya, yang membasuh air mataku saat menjalaninya getir hidup ini. Maafkan aku papa.

Andai ini malam terakhirku,
Dingin menusuk disekujur tubuhku,berlahan menjalar diubun-ubunku.mata tidak mampu lagi melihat kejauhan redup dan hilang pandangan, telingaku hanya mendengar isak tangis yang tertahan. Aku kenal suara itu suara yang setiap hari menyapaku dengan kasih sayang nya. tangan kekar membasuh tubuhku aku rasakan itu dengan jelas , tangan itu menghapus air mata dan keringat ku.
Dahaga menusuk dirongga tenggorokanku,  sekujur tubuh mendingin dan menggigil. Sosok kelam menawarkan ku seteguk air bermerek "air syurga" yang meski aku bayar dengan imanku. ia hembuskan ditelingaku seakanakan dia bebicara "aku utusan tuhanmu, ingin menjemputmu" tiba2 suara itu hilang ditelan dan yang kudengar lantunan ayat suci:D

Bibir ini terasa kering dan seisi ruang terasa sunyi, sepi tidak ada yang menemani. Tulang serasa remuk. syaraf2 terasa terkunci, lisan pun seakan2 tak bisa diangkat bicara. Tercabik urat malaikat pun mengambil peranannya selaku makhluk yang taat akan perintah Allah.

"Allah sekarang izinkan aku menuju mihrabmu tak perlu bicara ikhlas atau tidaknya orang2 yang aku sayan. Karna diri ini sadar hanya pelaku skenario hidup yang aku pun tak sanggup melawannya, tak kuasa aku bersembunyi, tak sanggup aku berlari menghindari apa yang tertulis dalam setiap schene perbabak dalam NASKAH KEHIDUPAN"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar