Pagi-pagi sudah ribut kamu ndin !” sahut ayah dari ruang makan. Duh ayahku sayang, Andin lagi nyari handphone Andin, balas Andin sedikit panik”. Padahal hari itu adalah hari libur, ntah apa yang membuat Andin ingin lekas mencari handphonenya itu. Wah ! ketemu kamu sayang, sahut Andin gembira saat dia telah menemukan handphonenya. Andin pun bergegas mandi. Setelah mandi Andin langsung menuju ruang makan sambil menelpon fiara.
“ Fi aku lagi makan ni, kamu lagi dimana ? jemput aku yah ? kita pergi bareng, “kata Andin lekas. Wah aku udah dijalan ni, kamu sih gak ngomong dari tadi, maaf ya aku gak bisa, “jawab Fiara. Ya tidak apa-apa, balas Andin sedikit kecewa. Andin pun menutup telpon . Braakkkk ! waitss, kaki Andin tersandung di meja makan, tapi Andin gak pernah memperdulikan itu, dia lekas bergegas menuju pintu kamarnya. Mama Andin pun bingung melihat tingkah laku anaknya. Andin menutup pintu kamarnya dan bergegas pergi sambil berpamitan sama mamanya, ma, Andin pergi dulu ya, maaf ma ntar Andin kirim pesan Andin kemana karna Andin sudah terlambat.”kata Andin sambil berlari keluar rumah. Andin bingung ingin pergi pake apa karna mobil sudah dibawa ayahnya, tiba-tiba lewat mantan pacar Andin yang bernama Rey dan dia menawarkan Andin pergi bersama awalnya Andin gak mau karna dia tidak pengen berurusan sama mantannya, tapi apa dikata dia pun lagi butuh tumpanagan. Andin naik ke mobilnya. Selama dimobil Andin hanya diam tak berkata apa pun, kecuali ketiaka Rey bertanya dia baru menjawabnya. “Huffttt akhirnya sampai juga di sekolah. Thanks yah Rey ! “ucap Andin. Rey hanya tersenyum melihat tingkah Andin karna sesungguhnya Rey tau sikap Andin yang sebenarnya, dia tidak mau ikut sama Rey kalau tidak mendesak. Tapi apalah Rey pun senang jika Andin bisa duduk disampingnya lagi walau hanya sebentar, karna sejak mereka putus Rey dan Andin jarang bertemu. Andin sibuk sama urusannya, Rey pun begitu. Sebab mereka putus sih simple-simple aja karna sibuk. Sebenarnya Rey masih sayang sama Andin dan masih mengharapkan Andin kembali sama dia. Sampai saat ini dia masih menutup hati buat cewek yang dekat sama dia. Hahah…. Capek juga lari-lari dari parkiran sampai kekelas. Andin pun masuk dan meminta maaf kepada Kag Mike kalau dia terlambat, Mike pun mempersilahkan dia masuk dan duduk. Andin binggung harus melakukan apa didalam rapat pemilihan ketua tim basket baru, Kag Mike pun menyapa Andin. “Ndin lagi apa ? kok kamu tidak konsen, kamu ingin mengusulkan siapa jadi ketua tim basket. Andin menjawab dengan terkejut, Rey kag . Bagus bearti pendapat kita semua sama bahwa Rey yang bakal menggantikan posisi kakak. Rey adalah salah satu pemain basket yang handal di Sma Handayani. Ha ?? Rey kak ? gak salah ? balas Andin, duh ndin bukannya kamu sendiri tadi yang bilang kayak itu ? ‘Hantar Fiara. Mmmm,,, masa iya ? Andin pun tersipu malu. Sebenarnya Andin masih kepikiran masalah yang ada dimobil Rey tadi. Akhirnya rapat yang membuat Andin menjadi kaku didalamnya selesai juga, Andin menghelu nafas lega, huffttt ! Fiara pun menyampari Andin, “Woy, napa lho tadi diruangan jadi linglung banget ? Tanya Fiara yang ingin tahu problem Andin. Gak ada apa-apa kok, Andin mencoba membela diri. Andin tidak menyangka kalau Rey masih menunnggunya diparkiran. “Ndin pulang bareng gak ? sahut Fiara. Gak deh fi, aku mau jalan kaki aja sambil nikmati suasana, balas Andin. Fiara pun melaju dengan mobilnya yang bermerek sirion itu. Ketika Andin melewati parkiran dia melihat mobil Rey masih ada disana, ketika Andin di gerbang sekolah Rey dan lagi Rey, aku pengen jalan kaki aja, tolak Andin lembut. Sepertinya kamu lelah, ayo lah ! ! Akhirnya Andin menerima tawaran Rey, karna telinganya sudah sakit mendengar Rey membujuknya. Di mobil Andin bertanya kepada Rey, lagi dekat sama siapa Rey ? ‘gak ada, balas Rey. Rey menghidupkan tapenya dan memutar lagu ungu “Penguasa Hatiku” lagu itu adalah lagu favorit Rey sama Andin, ketika Pasha menyanyikan reffnya, suasana begitu hening dimobil yang berwarna biru laut itu. “engkaulah cinta sejati dalam hidupku, kaulah yang teakhir yang selalu ku nanti sampai akhiir nanti. Akhirnya disitu Rey tidak bisa menahan perasaannya lagi, dia merem mendadak mobilnya. Dan Andin terkejut. Apaan sih Rey, kamu gila ya ? “Kata andin dengan emosi marahnya. Rey tidak menjawab, dia butuh waktu untuk mengheluhkan nafasnya yang dari tadi membuat peredaran pernafasannya sesak, Andin semakin bingung melihat tingkah laku Rey. Dan akhirnya Rey mencoba berbicara kepada Andin walau hanya perlahan, “Ndin, gue pengen ngomong sesuatu. Ini tentang lho dan gue, gue pengen jujur bahwa gue gak bisa mendam rasa ini terlalu lama, gue selalu sakit jika gue ngindari rasa itu, sekarang gue berani mengungkapkan rasa yang mungkin udah lama banget mati dihati lho, tapi gak sama sekali dihati gue Ndin. Andin tetap diam dan mendengar tiap-tiap kata-kata yang keluar dari mulut cowok cool ini. Akhirnya Andin memutuskan untuk bicara, “Rey apa maksud lho ? gue gak ngerti ( tapi, sabenarnya didalam hati Andin dia mengerti apa yang dibicarakan cowok yang disampingnya), Cuma takut dibilang Ge-er, Andin menyuruh Rey menjelaskan sedetail mungkin. Rey mencoba diam sejenak dan menggas mobilnya mengarah kesebuah café didaerah Dago, Kita makan siang disini yah, Ndin ? “sahut Rey. Kok gitu, langsung pulang aja lah, Gue gak lapar. “Lawan Andin. Ada yang pengen gue omongin ma lho, Ya sudah lah. “Andin dan Rey menuju café yang dulu sering mereka datangi. Lalu seorang pelayan Café menyapa mereka berdua dengan wajah yang begitu lembut.
“Wah Mas Rey dan Mbak Andin, udah lama gak kesini yah? Duh hubungan kalian tambah langgeng aja, tutur pelayan yang sudah gak asing lagi wajahnya jika berhadapan dengan Rey dan Andin. Andin dan Rey hanya tersenyum dan tak ingin memperpanjang omongan dengan si pelayan karna tujuan mereka kesini bukan itu. Rey mengambil tempat dipojok, tempat biasa, Sepertinya cowok ini mencoba mengigatkan gue pada kenangan tentang dia, tutur Andin dalam hati. Akhirnya Rey mencoba bicara walau sedikit sulit baginya, tapi baginya jika dipendam bakal bikin hatinya sakit.
“Lho mau bilang apa ?
“Gue mau bilang kalau gue………..sayang sama lho !
“ Lho ngaur ? lantang Andin yang kurang percaya dengan kata-kata Rey.
“Gak! gue serius, sampai saat ini gue belum bisa ngelupain lho, gue memang menerima kata-kata putus
lho. Tapi, hati gue gak pernah menerima. Lho mau balekan ma gue kan ?
“Andin bingung dengan semuanya, yah dia hanya berharap semuanya kan baik-baik aja jujur didalam hatinya, dia masih sayang pada cowok yang digemari sama cewek-cewek ini. Gue……mau nerima lho lagi. Bener ndin ? Andin pun mengangkat bahunya. Tq ya sayang. Haa.. suasana yang awalnya tegang kini seperti semut menemukan gulanya. “pulang yuk? Ujar Andin sambil memasukan handphonenya kedalam tasnya. Setelah Rey mengambil bil dan membayarnya mereka menuju kedalam mobil. Hari itu mungkin sangat indah bagi Rey maupun Andin. Tapi, sayang didalam hati Andin sangat takut akan kurang perhatiannya Rey sama dia berubah apalagi setelah Rey dilantik menjadi Ketua tim basket sekolah. Selama dimobil Andin lebih banyak diam dan berfikir apa yang akan terjadi kedepannya, Rey bercerita pun dicuekin sama Andin. Ketika sampai didepan rumah Andin, Andin langsung memberhentikan lamunannya. “thanks yah Rey, kata Andin sedikit lemes. Andin pun turun dan Rey merasa bingung dengan perasaan pacarnya.
Malamnya Rey sms Andin, Andin yang lai sibuk membaca buku biologi terhenti sejenak karna suara getar handphonenya, dan Andin melihat, rupanya pesan dari Rey.
Send : beiibbh
“kamu kenapa tadi dimobil melamun saja ? ada yang salah my princes ?
Kalau ya aku minta maaf ya. Malam ini kamu tidur jangan kemalamen..
Miss you sayang.
Send : Rey
“Gak ada apa-apa kok. Aku cuman kecapean. Ya beb. Miss you too..
Andin pun tidak melanjutkan membaca buku biologinya melainkan dia mengambil boneka teddy bear gede yang pernah diberikan oleh Rey ketika mereka pertama jadian, Andin langsung memeluk boneka itu dan dia menangis sambil berkata” sungguh berat hati ini jika harus kehilangan kamu ntuk yang kedua kalinya. Tanpa sepengetahuan Andin, mamanya menguping apa yang dia katakanya tadi. Mamanya hanya bisa menggeleng dan menutup kembali pintu kamar Andin dengan sepelan mungkin. Andin pun tetidur sambil memeluk bonekanya yang telah basah karna air matanya.
***
Pagi pun tiba, Rey telah menunggu diruang tamu. Andin juga belum siap, sambil menunggu Andin, Rey ngobrol sama mama Andin, dan mama Andin menceritakan semua yang terjadi tadi malam. Andin pun turun bergegas menuju ruang tamu, mamanya pun segera menyudahi pmbicaraannya bersama Rey. Andin menyalami tangan mamanya, sambil berpamitan. Karna Andin nangis semalam matanya menjadi bengkak, Rey pun menanyakan kenapa mata Andin bisa bengkak, sebenarnya Rey sudah tau dari mama Andin tadi, dia hanya ingin mengetes kekasihnya itu, apa dia mau jujur dan bilang semua yang ada didalam isi hatinya sekarang. “gak ada apa-apa kok, jaawab Andin sedikit kurang yakin akan jawabannya. Ya sudah kalau gak mau cerita, lanjut Rey. Sampai disekolah Rey pun mengantarkan Andin kekelas, “Mi ? sapaan biasa mereka berdua. Apa ? jawab Andin, Mi bisa bicara bentar, lagian bel pun juga lama lagi. Ya, napa pi? Andin sedikit takut dengan apa yang akan dibicarakan Rey.
“mulai darimana yah, ya udah langsung aja ya ke intinya. Mi tadi malam nangiskan? Ada apa mi? mi nyesal nerima pi lagi jadi pacar mi? mi Cuma kasihan ya? Pertanyaan Rey begitu bertubi-tubi ntah mana yang mau dijawab oleh Andin duluan.” Ok! Pi, mi sayang ma pi, mi gak terpaksa nerima pi lagi, dan ngapa mi seperti itu? sebenarnya………….kita dulu putus gara-gara kita sibukkan, sedangkan pi bakal terpilih jadi ketua team basket tahun ini, bearti kesibukan pi akan bertambah lagi kan? Pi pasti kurang perhatian lagi sama mi, dan mi menyangka pi itu mainin mi. Mi takut kehilangan pi untuk yang kedua kalinya, mi gak pengen pi. Air mata Andin pun mulai keluar, tapi keburu dihapus oleh Rey. “ Jadi itu penyebabnya, ia mi pi bakal bisa jaga waktu, kapan ntuk belajar, basket dan kapan pula untuk mi. Jangan nangis lagi ya sayangku. Kata Rey dengan lembut. Ya udah masuk lah lagi, pi juga mau kekelas lagi, ntar pelantikannya jam setengah Sembilan, kamu lihatkan ? Rey sangat berharapkan hal itu. Andin menjawab, ia pasti ! begitu senangnya hati Andin, Andin sebenarnya juga mengkwatirkan keadaan Rey yang terlalu kecapean pada basketnya, dia takut Rey bakal masuk rumah sakit lagi. Tapi Andin hanya bisa mendoakan, apa yang terbaik buat mereka, akhirnya tanpa dipromosikan hubungan Andin dan Rey diketahui oleh anak sekolahan, ntah tau berita darimna, ya apalah Rey kan seorang cowok yang terpopuler, dan aku hanya bisa bersabar melihat cewek banyak yang mengaguminya, kata Andin dalam hati sambil tersenyum melihat temannya mengasih selamat pada dirinya. Tiba-tiba Fiara mengagetkan Andin dari belakang. “hmm yang udah balekan pantesan di ajak pulang bareng kemaren gak mau, rupanya pulang sama pipinya,,hehe… “rayu fiara. Andin pun hanya tersenyum karna dipikirannya sekarang adalah hubungannya dengan Rey, Fiara pun mengajak Andin masuk kekelas yang Andinnya dari tadi masih berdiri didepan pintu kelas. Andin meletakan tasnya, dan sambil mennunggu guru masuk Andin menyempatkan curhat kepadaa sahabatnya Fiara yang selalu setia mendengarkan curahan Andin. Andin menceritakan apa yang terjadi, Fiara menyarankan agar Andin selalu berfikir Positif karna dengan Andin seperti ini diam, dingin akan membuat hubungan mereka seperti dulu lagi. Andin pun melepaskan senyumannya, menarik nafasnya hingga hatinya menjaadi tenang kembali. Pak Dodi pun masuk kekelas, Andin dan Fiara pun berhenti bercerita dan mulai memperhatikan Pak Dodi yang menerangkan pelajaran kimia. Anak 11 IPA 2 ini selalu senang jika pelajaran Kimia apalagi diajar oleh Pak Dodi, selain bapaknya ganteng dia pun lucu jadi pelajaran yang menurut orang sebagian bikin stress tapi gak sama mereka, mereka menganggap pelajaran pak Dodi mengasyikan.
Waktu pun menunjukan jam 09.00 Wib, siswa pun berkumpul dilapangan basket. Andin dan Fiara masih dikelas, karna Fiara sedang menenangkan Andin yang setengah panic, ntah apa sejak Andin balekan lagi sama Rey dia selalu memikirkan yang gak seharusnya dipikirkannya. Andin mencoba meminum Air putih yang dikasih Fiara, semenit kemudian Andin akhirnya tenang dan mereka menuju lapangan bola basket. Mereka mendapat duduk barisan belakang, tapi Andin tetap senang karna bagi dia duduk dimana aja sama saja asal bisa melihat prince charmingnya. Ketua tim basket lama pun menyuruh Rey maju kedepan. Rey akhirnya dilantik. Dan Rey disuruh mengucapkan sepatah dua kata buat yang ada disini.
“terimakasih buat allah yang udah ngasih kesehatan buat saya, terimakasih buat teman-teman yang udah ngasih kesempatan agar saya bisa menjadi ketua tim basket, dan terakhir buat mama sama papa. Juga gak lupa buat mimi aku yng ada dibelakang. Semoga saya bisa meningkatkan basket disekolah kita ini. Sekian. Terimahksih, “ kata Rey dan dia mengasih micropon kepada mantan ketua team basket. Andin tersenyum dari b elakang, dan Fiara mulai merayu Andin, “cie.. si mimi nya pipi. Andin tersenyum, apaan sih lho Fi ! sahut Andin. Fiara hanya ketawa. Mereka memberhentikan candanya, dan mengembalikan perhatian ke arah mantam team basket ya siapa lagi kalau bukan Mike, yang dulunya pernah suka sama Andin dan juga pernah nembak Andin, tapi Andin menolak karna dia gak ada felling sama si Mike. Akhirnya acara yang menurut Fiara membosankan akhirnya kelar juga. Hufft, Fiara menghembuskan nafas leganya.
Beberapa bulan kemudian…
Rey dan Andin masih tetap jalan dan mereka pun tambah langgeng, Fiara sahabat Andin berharap mereka selalu begitu, tapi sayang sekali apa yang diharapkan Fiara tak sepenuhnya terkabul. Akhir-akhir ini Fiara gak tau kalau Andin lebih banyak dirumah sedangkan Rey lebih banyak di sekolah latihan basket bersama teman-temannya. Andin pun memaklumi Rey yang sibuk dengan basketnya karna Andin tau mereka akan mengadakan lomba antar sekolah beberapa hari lagi. Waktu lomba pun tiba, tapi sang ketua sayang seribu sayang dia tidak bisa ikut dalam pertandingan karna Rey masuk rumah sakit dalam keadaan cuma sudah 2 hari. Andin sangat sedih, sampai-sampai belajar pun dia gak konsentrasi, anak team basket pun kurang semangat menghadapi pertandingan basket. Akhirnya Rey sadar dari bangunannya yang cukup lama, tapi mereka semua tidak tahu. Bahwa itu adalah pertemuan terakhir mereka. Ketika Rey sadar dia memanggil nama Andin, Andin yang tadinya lagi diluar langsung bergegas masuk kekamar Rey dan menemui Rey. “Sayang kamu cepat sembuh ya? Aku gak pengen lihat kamu seperti ini, kamu harus kuat” kata Andin sambil memegang tangan Rey. Air mata Andin tidak bisa berhenti jatuh. Rey tidak tega melihat pacarnya menangis, dia pun mengusap air mata Andin. “Sayang kamu mengapa menangis? Aku tidak apa-apa kok, bentar lagi aku sehat. Beb hapus donk air matanya “ujar Rey seakan dia telah sehat dari penyakitnya itu.
Karna Andin tidak sanggup melihat Rey terbaring sakit yang tak mungkin dirasakan Andin, Andin memutuskan untuk keluar dan hanya bicara “aku keluar dulu beb. Ketika Andin menutup pintu, Rey menitikan air mata didalam hatinya ia berkata” maafkan aku sayang, aku tidak bisa menjagamu lagi mungkin sekejap lagi nyawaku telah diambil oleh sang kuasa. Tiba-tiba mama Rey masuk, Rey cepat-cepat menghapus air matanya. “Sayang mama, mama bawain buah kesukaan kamu ni? Kata mama. Letak disana aja ma, Rey lagi gak nafsu makan apa-apa, Rey lagi pengen isthirahat” jawab Rey. Mama hanya bisa merintihkan air mata didalam hati. Beberapa menit berselang tiba-tiba kepala Rey sakit tak menentu, mamanya pun panic. Mama Rey keluar dan memanggil doctor, Andin yang lagi nelpon Fiara pun terkejut dia langsung mematikan telpon tanpa meninggalkan pesan apapun, Andin pun berlari kekamar Rey. Seakan-akan nyawa sudah diujung tanduk, Rey memegang erat tangan mamanya sambil berkata” ma Rey tau selama ini Rey belum bisa jadi anak yang berbakti sama mama, maafin Rey ya ma. Rey pun memandang kearah sudut dinding sambil menghelus nafas agar bicaranya lebih jelas” pa maafin Rey ya? Jaga mama ya pa. Papa pun tak sanggup menahan tangisannya, begitu pun mama. Andin tak sanggup mengeluarkan tangisannya, matanya sudah memerah. Rey akhirnya memanggil Andin” beb maafin aku ya gak bisa nepati janji, buat jaga kamu. Kamu baik-baik ya sayang, aku sayang sama kamu. Andin pun menjawab dengan suara tangisannya,” tolong Rey kamu jangan bicara gitu, aku sayang sama kamu, kamu pasti bisa bertahan. Aku yakin, aku gak mau kehilangan ka….. belum sampai bicara Andin, Rey pun menghelukan nafas terakhirnya. Mama dan Papa pun tak bisa menahan sedih begitu pun Andin, doctor dan perawat mencoba menetralisir jantung Rey, tappi apa boleh buat, hasilnya nihil. Rey telah tiada, Andin berlalri keluar, ketika Andin berlari keluar, dia bertabrakan dengan mamanya, Andin langsung memeluk mamanya, “ ma aku gak bisa kehilangan Rey, dia adalah segalanya ujar Andin sambil menangis. Mamanya hanya bisa bilang” sayang kamu harus bisa nerima semuanya, kamu harus tegar kalau kamu begini kamu akan buat Rey tidak tenang karna kau tidak merelakan kematiaannya. Mamapun sambil menggenggam tangan Andin masuk melihat mayat Rey.
Malam berkabung menyelimuti rumah team basket Sma Handayani, rumah Rey banyak di datangi. Andin tak hanya menyendiri didalam kamar, sambil membalik foto-foto mereka, dan melihat hasil video mereka sewaktu bersama. Sungguh aku tak bisa hidup tanpa dia” kata Andin. Pagi itu Rey dikuburkan, Pulang dari pemakaman Andin menulis di dinding kamarnya, gak kan ada sepertimu.
