10 IN LOVE:*
Sepertinya cuaca pagi itu agak mendung, membuat semua aktivitas yang akan dilakukan menjadi kacau sedikit. Gemuruh petir terasa menggetarkan tanah jelas di relung hati setiap insan dan tiba-tiba hujan datang. Aku yang baru siap mandi pun mulai malas berkemas untuk berangkat kesekolah, ku pandangi layar handphone dan jariku mulai mengetik-ngetik salah satu dari keypad yang ada, yaaaaaaah aku membalas satu pesan dari seseorang yang baru beberapa hari ini aku kenal. Namanya Muslim Afandi, aku mengenalinya tanpa sengaja. Braaaaaaaaaaaak! Suara pintu kamar ku yang bercorak abu-abu ditendang sama farhan dan dengan spontan aku berkata” Kenapa kamu? Tau gak pintu itu beli pakai uang dek!! (aku yang agak kesal). “Ah maaf uni, ayok kita berangkat sekolah, papa udah dimobil. Farhan pun mulai berjalan kedepan dan aku mulai bergegas membereskan buku yang akan dibawa kesekolah.
Sesampai disekolah aku meletakan tas ternyata teman-teman masih sedikit yang datang. “Huh tau gini malas datang“ eluhku dalam hati. Dan aku pun mulai sibuk dengan kerja ku sendiri karna semakin bosan. Berdiri didepan jendela memperhatikan air hujan yang mulai setitik-setitik turun dan tiba-tiba aku melamunkan sesuatu “Kangen punya pacar udah sebulan jomblo” dooooooooooor!! Ah tiba-tiba seseorang dengan pakaiannya basah kuyup mengejutkan ku dengan tangan yang sudah mulai mendingin karna air hujan. “heeeeeeeey de, lagi apa? Melamun aja” kata Ami. Dengan sigap aku menjawab “aku lagi lamunin sesuatu eee diganggu kan terusik ni“ jawabku dengan nada bercanda. Ah kamu lah lanjutlah aku juga mau kekelas sebelah” balasnya. Drrrrrrrrrrrrrrrr handphone yang lagi aku genggam bergetar, ada pesan. Hmm mulai aku buka handpone yang berwarna kuning itu ternyata ada satu pesan dan mulai ku baca,
From : Andi
Kakak berangkat dulu ya, hujannya udah mulai reda.
Dan dengan pelan-pelan aku membalas “oke kak, hati-hati yaJ Hujan yang menguyur kota bangkinang daritadi pagi udah mulai reda. Dan teman-teman sudah hampir banyak datang. Terasa bosan disini aku pun mulai beranjak dari situ dan pergi keluar kelas nongkrong didepan sambil melihat suasana lapangan tengah sekolah, rasanya seharian itu gak pengen belajar apalagi keenakan ngegosip sama teman. Setiap yang lewat kami komentari satu persatu dan tiba-tiba lewat motor berwarna hitam dari belakang via salah satu teman ku bicara “hayoo de siapa yang lewat, kasihankan dianya kehujanan. Disapa dong” ujarnya menggodaku. “woy aku gak ada apa-apa, kan udah jelas malam selasa kemaren. Udah jangan dibahas” aku menjawab dengan nada sedikit kesal. Mood aku sama sekali hilang melihat dia lewat didepanku, aku pun mulai meletakan kursi yang berwarna biru kedalam kelas dan mencoba duduk dengan tenang didalam. Menatap seluruh kelas dengan posisi dengan yang sama. Aku coba ambil gitar yang ada dibelakang bangku ku, aku petik ntah apa itu nada yang ku mainkan tapi setidaknya bisa menghibur untuk pagi ini. Hari ini hatiku benar-benar mati karna kejadian malam selasa yang ku dapati. Pipi ku pun mulai basah bukan karna hujan tadi tapi karna air mati dan aku berkata sambil memetik satu kali gitar yang berwarna coklat itu “ntah siapa yang dapat buka hatiku setelah aku mulai ingin buka tapi diginikan” rasa kecewa itu teringat. Aaaaaaaaaaaa suara lantangku bergetar memenuhi ruang kelas dan teman-teman yang ada mulai memperhatikan dan bertanya kenapa dengan diriku. Aku ambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya, itu sudah cukup membuat hatiku sedikit tenang. Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrry lonceng pulang pun berbunyi. Aku ambil tas dan langsung pulang dengan salah satu sahabatku yang bernama ulfa. Hari masih gerimis dan membasahi jilab putihku. Aku dan ulfa asyik bercerita tentang sesuatu sambil mengerjakan beberapa tugas mulok. Ulfa yang lagi asyik mengetik diatas laptopku berkata “ada gebetan baru ni” mulai menggodaku.
“Ah apa sih aku gak ada apa-apa upong saying, lagian baru kenal dan dia enak diajak ngobrol apa lagi setelah aku kecewa” jawab ku rintih.
“cieeelah akui aja penyemangat baru”
“ah gak bisa, aku belum bisa pastikan. Yang pastinya aku lagi pengen benar-benar serius pacaran, udah taubat nyakitin anak orang dan kalau jadian ni aku mau tanggal 10 besok haha” jawabku tanpa pikir panjang”
“aseeeeeeeek si dhea tumbenan mau serius”’
Dan seraya aku berkata “kawan cilaka” sambil melempar bantal yang berbalut sprei mickey ke mukanya.
Hujan masih saja belum menampakan cerahnya, dan tiba-tiba masuk sms dari kak andi. Yang isinya ngajakin jalan. Dan langsung dari samping ulfa menarik pipiku dan menggoda “hayoolah iyakan, sekali ini pun. Buka hati lagi kan gapapa?”
“ha? Satu motor gitu? Gilak lo!
“ah gapapa, katanya mau berubah, ah dhea hayo masa ma terus diingat-ingat masa lalu dan mainkan semua cowok yang dekat dengan mu.”
“gak ada aku mainkan, tapi emang gak ketemu fellnya, mau gimana lagi”,
“kali ini coba!!”
Aku terdiam sebentar, tanpa pikir panjang aku iyakan dan jam 4 ntar bakalan jalan sama kak andy, ketemunya aja baru kemaren malam. Aku pun bingung sendiri kenapa bisa iyakan permintaan dia, padahal aku salah satu cewek yang payah diajak jalan terutama sekali sama yang namanya cowok, berdua aja lagi. Aku hempaskan badan diatas tempat tidur sambil memandang seisi ruangan, Ulfa yang tadi asyik menggodaku akhirnya pamit pulang dan tidak lupa menggoda aku lagi “ sukses yaa” katanya sambil ketawa. “Ah lo awas! “ balas ku. Hujan mulai sedikit-sedikit reda, sore itu aku ke Gazebo sama bg ibal dan kak andi jemput disana. Awalnya bingung gak tau mau bicara apa, gak tau pokoknya kehabisan bahan. Tapi udah beberapa menit jalan jadi terbiasa buat cerita, sepertinya nyambung. Ah hayoo Uty jangan mikir kemana-mana” tersintak dalam lamunanku.
Malamnya dia seperti mengasih tanda, tapi aku tak ingin tau dan tak ingin mau tau karna jika berharap terlalu dalam hanya menyakitkan. Tiba-tiba Ferdi sms dan bilang,
From : FERDY
"Apakah setiap pertemuan selalu butuh perpisahan? Meskipun pertemuan itu diisi dengan kebahagiaan?”
Mataku sayup menatapmu, pipimu yang basah oleh air mata masih menahan langkahku untuk pergi. Suaramu yang lirih seakan-akan memaksaku untuk tetap terjangkau dalam tatapan matamu. Dengan kesesakan seperti ini, tidak mungkin aku mengucap kata pisah secepat ini. "Kenapa kamu pergi lagi?" Ucapnya lugu dari bibir tipisnya. "Karena memang tempatku bukan disini." Jawabku pendek. Lalu, beberapa detik setelahnya, kesunyian datang menyeruak percakapan kecil itu. Tiba-tiba handphoneku berbunyi dan ternyata dia nelpon, ah aku malas angkat “dalam hatiku berkata. Tapi, akhirnya aku angkat demi untuk menghargainya.
“Sayang, seandainya kau tahu bagaimana rasanya rindu. Seandainya kau tahu seberapa lama aku menunggumu dan kau hanya muncul sekejap untuk menancapkan rindu itu ke dalam akar yang lebih kuat. Seandainya kau tahu perjuanganku untuk menahan rindu itu agar tidak terlalu menganggu aktivitasku. Aku rindu pertemuan dan percakapan awal kita. Aku rindu saat kau harus mengaku "single" katanya ditelpon dengan nada menahan tangis.
“SUDAH CUKUP, jangan panggil aku sayang lagi. Lupakan aku, aku mohon. Jangan ganggu aku lagi, aku udah gak bisa lagi bersamamu. Aku udah punya hidup baru, kini dihatiku udah ada orang lain dan ku harap kamu mengerti. Dewasalah! Kamu lebih dewasa dari aku dan kamu pasti tau.” Kataku sambil mematikan telpon.
Dia merusak mood aku malam ini, dan aku mencoba cerita sama kak andy dan dia menyarankana aku bilang sudah punya pacar. Dan aku mengikuti sarannya. Mood aku kembali lagi karna udah cerita sama kak Andy.
***
“Biarkan ini menjadi cinta, jika segenap rasaku dan rasamu yang berbicara. Biarkan ini menjadi nyata, jika ini adalah hatiku dan hatimu yang jadi jembatannya”
Awalnya, semua terasa biasa saja. Kadang, aku memperhatikanmu dari balik dunia maya yang tak tersentuh dan tak terjamah. Sikapku tak lebih, hanya rasa kekaguman biasa yang tak harus memunculkan alasan dan tanda tanya. Rasa itu mulai hadir ketika aku merasa nyaman di dekatnya tapi dalam pikiranku, dia tidak mungkin untukkku. Dia mantan teman dekatku, walau sebenarnya mantannya setuju aku pacaran sama dia. Tapi, aku gak mau semua berfikir ini hanya pelarian. Pagi yang cerah itu aku hanya mencoba menahan perasaan dan berkata dalam hati “jodoh gak bakal kemana”. Tuhan, lirikanlah mataMU pada kisah aku dan dia. Biarkan dia mengendap-endap berlari dari khayalanku lalu memasuki dunia nyataku. Walaupun sebenarnya, aku benci jatuh cinta, terutama dengan dia yang tak pernah kusentuh wajahnya. Saat jantungku harus berdegup kencang karena sapa mayanya, saat mataku rela tak terpejam hanya untuk membalas pesan singkatnya. Tapi, dibalik perasaan canggung, malu, dan rindu itu, aku temukan BAHAGIA. Sesuatu yang belum tentu dapat diciptakan Einstein dengan kemampuan 10% otaknya, itulah cinta, yang membuat aku rela menatap handphone berjam-jam hanya untuk menunggu kabar darinya, itulah yang mulai aku rasa. Aku gak bias bohongi hatiku sendiri, mencoba melawan alhasilnya aku kalah sama perasaanku sendiri. Awalnya, aku tak pernah memikirkanmu. Aku melihatmu tanpa ada rasa sedikitpun. Kamu berjalan di depanku seperti biasa, tanpa ada rasa dan keinginan untuk menahanmu. Aku bertemu denganmu tanpa ada keinginan untuk terus melihat senyummu. Tapi, tiba-tiba perasaan itu diam-diam menyergapku dalam asa baru. Perasaan itu datang dengan polosnya. Tanpa banyak tanda tanya dan alasan yang harus dilogiskan. Perasaan itu menyentuh setiap tatapan mata yang selalu mengarah padamu. Ah sudahlah, aku mencoba hentikan semua majas-majas yang ada didalam otakku. Drrrrrrrrrrrrrrrt drrrrrrrrrrrrrrt handphone ku bergetar, dan rupanya kak andy nngajak jalan lagi. Aku gak tau mau jawab apa, tanpa sadar tangan ini mengetik dan menjawab iya.
Sore itu aku, titi, ulfa dan bang ibal ngumpul dirumah ulfa. Ulfa katanya mau jalan sama pacarnya dan Aku,titi,bang ibal nemanin aku di Gazebo sambil nunggu andy ngejemput dan mereka mulai menggodaku “Asik ada PJ bentar lagi” Dengan bongak aku menjawab “siapa jadian? Aku mau dong”
“Ah doodooooooool kali, ya adeklah. Oke kita tunggu aja tanggal mainnya” sahut ibal.
“Dan titi membalas” asik asik”.
Sore ini terasa lain, gak seperti biasanya. Perasaan aku lain, ntah apa yang tebayangkang. Jam pun udah semakin berlalu, magrib pun sebentar lagi akan datang. Tiba-tiba andy bicara dan mengejutkan lamunanku,
“aku boleh bilang sesuatu?
“Apa? Jangan bilang mau nurunin de disini ya kak” balas ku dengan mencoba mendinginkan suasana.
“Gak do, tapi jangan marah ya? Hmmmm
“iya emang apa kak?
“ntar aja deh”
“oh iyalah”.
Dan tiba di depan gazebo dia bilang semuanya, dia menyatakan perasaannya. Tuhan, mimpi apa aku tadi malam ya? “bingung. Titi dan ibal pun turun melihat, Ah ganggu aja”kataku ke titi dengan malu”.
“hayo jawab cepat de, udah magrib ni” kata titi
“jawab apa yaa bagusnya?”aku binggung gak tau mau ngapain”.
“jawab aja iya”
“diam lah”.
Aku terdiam dan berfikir sambil memandangi jalan ayani yang sudah mulai ramai.
“hmmm, gini ya kak, de gak mau antara kita ini Cuma jadikan pelarian. Ngertikan maksudnya? tapi gapapa kita coba dulu jalani”.
Andi tersenyum dan berterimakasih. Aku benar-benar gak tau apakah ini keputusan baik atau malah sebaliknya, oh tuhan hanya kau yang tau. Jangan biarkan aku nyakitin laki-laki ini. Dia baik, seharusnya bukan aku dipilihnya. Dengan mencoba ,menggas motor aku dan titi pulang, disepanjang jalan aku Cuma diam dan berkata “semoga terbaik, AMIN” dalam hati. Tepat tanggal 100411 aku jadian sama andy, aku ambil handphone dan mengirim pesan ke ulfa “ pong, benar juga perkataanku, aku pengen jadian tanggal 10 ini, haha terkabul juga”. Ulfa menjawab “haha mantap tu, langgeng ya. Jangan gonta-ganti pacar juga lagi”. “Aman bebeeeeeeeeeeb:* balas ku senang.
Malam ini serasa aku benar-benar ingin ungkapkan apa yang ada dihati tapi gak bisa. Ku coba ambil buku matematika yang ada di atas meja belajar dan yang ada aku bukan belajar malah asyik smssn tentunya sama pacar baru dongs “cieeeeeeelah.
***
Hari-hari terasa lain, berbeda. Aku pun sudah mulai semangat setelah rasa kecewa yang aku dapati. Aku pun bisa lupakan semuanya. Ingat sebuah pepatah yang mengatakan, "Witing tresno jalaran seko kulino" Datangnya cinta karena terbiasa. Karena kamu terbiasa berjalan di depanku, karena aku terbiasa melihat matamu. Karena aku terbiasa mendengar suara lugumu. Diam-diam cinta itu merangsuk masuk dengan indahnya. Berdesak-desakan dengan perasaan malu saat kau melewati tubuhku yang mematung karenamu. Lalu bayangmu diam-diam bersembunyi diotakku tanpa pernah kutahu bahwa semua bayangmu sedang bersiap-siap untuk mengagetkanku suatu saat. Bukankah setiap pertemuan selalu menghasilkan rasa, Entah rasa ingin segera berpisah atau rasa untuk membiarkanmu tetap ada dalam dunia pengharapanku. Yang aku tahu ini CINTA Walaupun otakku diluar kemampuan untuk melogiskannya. Aku bahagia, disinilah aku mulai mendapatkan kenyamanan yang sudah lama aku cari dan akhirnya kudapati saat bersama kamu MUSLIM AFANDI :*
“Tidak ada perasaan yang lebih bahagia selain keindahan mencintai seseorang dan menjadikan dia satu-satunya orang yang ada dipikiranmu setiap saat ”.
End..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar